Met taon baru Imlek, tahun Anjing Api
Weblogs No Comments »hi,
met tahun baru imlek (29 jan’06) yahh…
sori kagak bisa kasih angpao.. hehe..
.
.
Ada yg bilang: "Di tahun anjing api ini, segala bisnis selalu jadi. Gol!"
hehe
.
New Year, New Hope !
May everything be as you wish!
.
.
fx. sukiyanto
http://www.gsn-soeki.com/sumber-informasi/
.
.
.
—————————————————————————-
http://www.mail-archive.com/tionghoa-net@yahoogroups.com/msg07931.html
.
Selamat Datang Tahun Anjing
.
PERAYAAN Tahun Baru Imlek 2557 menurut penanggalan masehi jatuh pada 29 Januari
2006. Dalam penanggalan Cina yang berdasarkan bulan, tahun 2006 juga disebut
tahun Anjing. Berbagai ramalan pun bermunculan. Ada harapan sekaligus juga
kekhawatiran. Namun, semangat menghadapi kenyataan hidup tetap ada.
.
Kata "Imlek" berasal dari dialek bahasa Hokkian yang berarti penanggalan bulan
atau yinli dalam bahasa Mandarin. Tahun Baru Imlek di Tiongkok lebih dikenal
dengan sebutan Chunjie atau perayaan musim semi. Kegiatan perayaannya disebut
Guo Nian (memasuki tahun baru), sedang di Indonesia lebih dikenal dengan
sebutan "Konyan".
.
Tahun Baru Imlek muncul dari tradisi masyarakat agraris Tiongkok. Perayaan ini
dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama.
Acaranya meliputi sembahyang Imlek, sembahyang kepada Sang Pencipta, dan
perayaan Cap Go Meh. Tujuan dari sembayang itu adalah wujud syukur dan doa
harapan agar mendapat rezeki lebih banyak untuk menjamu leluhur.
.
Asal Shio
.
Budaya Cap Ji Shio atau Chinese Horoscopes adalah kebiasaan bangsa Cina yang
menetapkan Tahun Imlek dengan 12 jenis binatang. Untuk semua bayi yang
dilahirkan pada tanggal 30 Januari 2006 hingga tahun berikutnya akan memiliki
shio anjing. Kebiasaan bangsa Cina membagi shio berdasarkan kelahiran ini sudah
bersejarah lebih 2.000 tahun.
.
Alkisah, Sang Budha memanggil binatang-binatang yang ada di hutan untuk
menghadap. Secara berurutan, ada 12 binatang yang datang menghadap Sang Budha
yakni tikus, kerbau, macan, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, kambing,
monyet, ayam, anjing, dan babi.
.
Unsur yang khas pada tiap perayaan Imlek antara lain adalah "angpau" dan kue
keranjang. Bagi anak-anak, Imlek merupakan perayaan yang menyenangkan. Selain
banyak sajian makanan, mereka sering diberi angpau yakni amplop merah berisi
uang. Angpau diyakini bukan hanya membawa keberuntungan melainkan dapat juga
melindungi anak-anak dari roh jahat. Unsur api yang membakar pada warna merah
dipercaya sebagai pelindung dari pengaruh jahat.
.
Menurut adat kuno, orang yang boleh pergi ke luar bersilaturahmi di hari
pertama tahun baru Imlek, hanya kaum pria saja. Tetapi kini adat tersebut sudah
tidak berlaku lagi. Adat juga mengatur urutan keluarga yang wajib dikunjungi
yakni orangtua suami, setelah itu baru orangtua istri. Lalu ke sanak keluarga
lainnya. Seperti halnya kebiasaan etnis Jawa, kaum Tiong Hoa juga melakukan
sungkem,. Namun mereka menyebutnya dengan istilah tee-pai.
.
Kue Keranjang
.
Konon perayaan Imlek yang berasal dari kebudayaan petani menyebabkan segala
bentuk persembahan Imlek menjadi berbagai jenis makanan. Biasanya, setiap acara
sembahyang Imlek disajikan minimal 12 macam masakan dan 12 macam kue.
Masing-masing makanan itu mewakili lambang-lambang shio yang berjumlah 12.
.
Di Cina, hidangan yang wajib adalah mie panjang umur (siu mi) dan arak sebagai
minuman. Namun di Indonesia, hidangan yang dipilih biasanya hidangan yang
berarti kemakmuran, panjang umur, keselamatan, dan kebahagiaan.
.
Makanan yang berkaitan erat dengan hari raya tahun baru Imlek adalah kue
keranjang (nian gao). Kata gao atau "kue" memberikan makna yang sama dengan
kata yang berarti "tinggi", sedangkan kata nian berarti "tahun".
.
Jadi secara simbolis, jabatan maupun kemakmuran seseorang diharapkan semakin
tahun semakin tinggi. Oleh sebab itulah juga di klenteng banyak kue keranjang
yang dijadikan persembahan disusun secara bertingkat.
.
Kue keranjang mulai dipergunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyang
leluhur, enam hari menjelang Tahun Baru Imlek (Jie Sie Siang Ang), dan
puncaknya pada malam menjelang Tahun Baru Imlek. Kue keranjang sebagai sesaji
sembahyang ini, biasanya tidak dimakan sampai Cap Go Meh (malam ke-15 setelah
Imlek).
.
Bahan kue keranjang ini terbuat dari beras ketan dan gula. Pembuatannya memakan
waktu berjam-jam. Namun kue itu bisa tahan satu bulan.
.
Kue keranjang yang nikmat, biasanya dikemas dalam daun kelapa. Tetapi, kue yang
dibungkus plastik pun tak kalah lezat. Cara menyantapnya, bisa dimakan begitu
saja, atau dicocolkan pada parutan kelapa. Bahkan ada juga yang menggorengnya
dengan kocokan telur ayam.
.
Ciri Lain
.
Salah satu ciri khas Imlek yang tak bisa dilupakan adalah petasan. Petasan
dianggap bisa mendatangkan keberuntungan dan perdamaian sepanjang tahun. Sejak
Dinasti Tang (618-907), petasan sudah dikenal. Konon menjelang tahun baru Imlek
sering berkeliaran makhluk jahat bernama Guo Nien yang hanya bisa diusir dengan
petasan.
.
Kebiasaan unik lainnya dalam kegiatan merayakan tahun baru ini adalah
menyembunyikan sapu. Tujuannya adalah agar rezeki tidak tersapu. Oleh sebab
itu, menyapu dalam rumah pada saat Imlek hingga dua hari sesudahnya merupakan
satu pantangan.
.
Satu hal yang tak kalah penting dalam perayaan Imlek adalah atraksi barongsai
dan tarian liong atau naga. Tak jarang, atraksi itu dikemas bersama pesta
kembang api.
.
Barongsai kerap menarik perhatian karena diiringi bunyi gong dan tambur yang
keras. Bunyi itu diyakini pula dapat mengusir roh jahat.
.
Kini, kaum Tiong Hoa dan keturunannya boleh bersyukur atas dicabutnya larangan
perayaan Imlek lewat Keppres No 2/2000. Bahkan Imlek telah resmi ditetapkan
sebagai hari libur nasional. Kelak perayaan Imlek bukan hanya menjadi milik
kaum Tiong Hoa di Indonesia. Imlek dapat menjadi cermin keberagaman dan
kebersamaan bangsa Indonesia. Gong xi fa cai!
(dari berbagai sumber/ A-15/N-5)
.
