Ingatkah kamu ketika pertama kali mulai belajar berjalan? Mulai merangkak, mulai melangkah 1 per 1 secara perlahan. Ketika udah bisa jalan beberapa langkah, kamu ketawa kegirangan, apalagi mendengar tepuk tangan dari orang2 sekelilingmu.
Ketika kamu dibiarkan bermain sendiri, kamu lebih suka berada di bawah meja yang besar karena merasa aman, karena bisa berlindung di bawahnya. Kamu mengumpulkan mainan-mainanmu di bawah meja sehingga kamu bisa semakin betah berlama-lama di sana.
Kamu takjub melihat lampu2 indah di langit-langit. Kamu mengangkat-angkat tangan berusaha menggapainya.. tetapi kamu tidak sanggup. Segala sesuatu tampak begitu jauh dan tak terjangkau bagi dirimu yang kecil.
Lalu terdengar ada suara yang memanggilmu. Suara yg begitu lembut dan penuh kasih sayang. Kamu menoleh ke sana kemari, mencari ke sekelilingmu dengan bertatih2. Tapi tidak berhasil menemukannya. Suara itu terdengar lagi. Kamu bergerak lagi, menuju ke tempat favoritmu (di bawah meja makan). Tapi juga tidak ketemu. Yang kelihatan hanyalah mainan2mu dan kaki-kaki meja makan. Akhirnya kamu merangkak ke luar lagi.
Dan sekarang terdengar suara disertai ketawa lembut, “Kamu mencari kemana, anakku? Lihat ke atas, aku ada di sini.”
Kamu pun mendongakkan kepalamu dan akhirnya menemukan ibumu. Kau pun ketawa kecil dan berpikir, “Hei lihat.. aku berhasil menemukan mama.”
Dengan hati gembira, tanganmu berusaha menggapainya, mencoba menciumnya, mencoba memegang tangannya, mencoba .. . Tapi.. aduhh.. kamu sedih (dan kecewa) karena tidak sanggup mencapainya. Mama begitu jauuh.
Dan tiba2 kamu merasa tubuhmu terangkat, ada sepasang tangan yang memegang pinggangmu. Kamu melihat ibumu tersenyum dan berkata, “Nah, aku menemukanmu..” Kamu bersorak kegirangan, tanganmu memegang-megang pipi ibumu. Ibumu ketawa dan menarik kamu mendekat, dan mencium pipimu. Akhirnya kamu bisa meraih ibumu. Oh…salah… akhirnya ibumu bisa meraihmu dan memelukmu.
Entah berapa sering kita merasa Tuhan begitu jauh dan tak terjangkau. Merasa tangan kita kurang panjang dan kaki kita kurang tinggi untuk bisa menjangkaunya. Karena merasa lelah dan tak sanggup, seringkali pula kita kembali ke tempat favorit kita, mencari kenikmatan semu, melarikan diri ke mainan-mainan kita.
Kita seperti anak kecil dengan pandangan yang serba terbatas, sehingga kita tidak dapat melihat bahwa sesungguhnya kita ada berada di dekat kakiNya. Pandangan kita sangat terbatas. Tapi pandangan Tuhan begitu dekat dengan kita, tangan-tanganNya mampu menjangkau dan menarik kita mendekat kepadaNya.
Kita menganggap Tuhan itu begitu jauh. Tapi bagi Tuhan, kita saanngat dekat, sebegitu dekatnya sehingga DIA bisa mendengar suara nafas dan detak jantung kita. Ketika DIA menundukkan kepalaNya, DIA melihat kita ada di dekat kakiNya.
DIA tersenyum dan tertawa ketika melihatmu mencari-cariNya padahal kamu ada di dekat kakiNya. Dan akhirnya DIA mengangkat pinggangmu dan membawamu naik untuk dapat menciummu. Untuk membiarkanmu memegang pipiNya, untuk membiarkanmu menarik rambutNya. DIA ada dekat sekali denganmu. Yang perlu kamu lakukan hanyalah menengadahkan kepalamu dan membiarkan DIA mengangkatmu ke atas. DIA akan membungkuk dan mengulurkan tanganNya.
Jadi.., ketika kamu merasa begitu jauh dariNya…, Ingatlah.. kamu ada di dekat kakiNya…
JESUS loves you..
— —
Koleksi Semua Artikel Menarik: http://www.gsn-soeki.com/wouw/
.